Senin, 13 Maret 2023

Telaah Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen yang Efektif

          Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak dipisahkan. Pendidik dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang dituju sehingga keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi tersebut.



Prinsip-prinsip Pembelajaran

1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

Berdasarkan prinsip ini, guru seharusnya mengetahui tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik. Untuk itu, maka guru perlu melakukan profiling peserta didik untuk mengetahui kemampuan awal, minat, motivasi, gaya belajar, tara belakang, dan aspek karakteristik lainnya. Tujuan guru melakukan profiling peserta didik yaitu agar guru dapat merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan memetakannya sesuai dengan gaya belajar masing-masing.

2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Pada prinsip ini diharapkan peran guru sebagai fasilitator benar-benar dilaksanakan. Pembelajaran dimulai dengan memberikan stimulus berupa pertanyaan pemantik, siswa berkolaborasi, ada umpan balik antara guru dengan siswa ataupun siswa dengan siswa, dan melibatkan siswa dengan kebiasaan bertanya sehingga pada akhirnya akan muncul pemahaman bermakna. Jika hal tersebut sudah terbiasa, maka nantinya siswa dapat menjadi pribadi yang mandiri dalam belajar.

Sebagai catatan bagi guru sesuai prinsip ini adalah dengan menghindari metode ceramah, hanya memberi tugas tanpa umpan balik, dan lebih banyak melaksanakan penilaian sumatif (akhir) daripada formatif (proses).

3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

Guru perlu melihat kegiatan pembelajaran dari berbagai perspektif yang mendukung kognitif, sosial emosi, dan spiritual. Kemudian juga guru harus melihat profil pelajar pancasila sebagai target cerminan karakter pada peserta didik. Guru juga dituntut untu kreatif dalam menggunakan metode dan model pembelajaran untuk mewujudkan kompetensi peserta didik. Selanjutnya agar pembelajaran dapat memotivasi peserta didik maka lingkungan belajar juga harus disesuaikan dengan kesiapan dan minat peserta didik dalam belajar.

4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra.

Pada prinsip ini menekankan pada pembelajaran yang kontekstual. Pembelajaran kontekstual ini menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata atau kehidupan siswa sehingga siswa tersebut merasa terlibat dalam pembelajaran dan pada akhirnya pembelajaran tersebut bermanfaat baginyaOrang tua harus dijadikan mitra dalam pembelajaran sehingga terdapat komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik antara guru dengan orang tua. Selain itu dalam pembelajaran yang kontekstual dapat melibatkan tenaga ahli profesional, masyarakat, ataupun lembaga lain dalam pembelajaran baik sebagai narasumber primer ataupun sekunder. Jadi sumber belajar itu bukan hanya guru ataupun buku melainkan juga pihak lain yang bisa diajak ke sekolah ataupun siswa yang diajak berkunjung atau ditugaskan ke suatu tempat atau lembaga tertentu sesuai dengan konteks pembelajarannya.

5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Pada prinsip ini guru harus merubah paradigmanya dalam pembelajaran. Pembelajaran itu membangun pemahaman bermakna dengan memberi dukungan lebih banyak di awal untuk kemudian perlahan melepas sedikit demi sedikit dukungan tersebut untuk akhirnya menjadi pembelajar yang mandiri dan merdeka. Supaya pemahaman bermakna tersebut dapat dikuasai siswa maka dalam pembelajarannya guru harus membelajarkan keterampilan abad 21 bukan sekedar hanya mengetes atau menilai keterampilan tersebut dalam suatu pembelajaran.

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif (tertulis)

Bentuk Asesmen

Keterangan

Essai

Mengasah keterampilan berpikir kritis dan daya analis peserta didik, menulis akademis peserta didik seperti berargumen, menyajikan bukti, mencari sumber terpercaya untuk mendukung argumen, dan menggunakan referensi dengan tepat.

Jurnal

Melatih kemampuan peserta didik dalam mengorganisasi/mengekspresikan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan

Poster

Mendorong kemampuan peserta didik dalam mengkomunikasikan pemahaman mereka ke dalam bentuk gambar dengan cara semenarik mungkin

Tes tertulis

Dapat berbentuk kuis pilihan ganda, kuis pertanyaan, dan menerapkan umpan balik

Refleksi

Melatih peserta didik untuk berperan aktif dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah didapat. Hasil refleksi dapat juga digunakan guru untuk melihat sisi lain proses pembelajaran murid

 

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif (tidak tertulis)

Bentuk Asesmen

Keterangan

Diskusi kelas

Mengembangkan komunikasi peserta didik, melatih untuk menerima pendapat orang lain

Produk

Mengembangkan kreativitas

Presentasi

Mengembangkan komunikasi peserta didik dan memahami materi pelajaran secara mendalam

Tes lisan

Mengonfirmasi pemahaman peserta didik dan menerapkan umpan balik

Drama

Mengembangkan kemampuan seni dan komunikasi


2 komentar:

  1. Ilmunya sangat bermanfaat 👩‍🏫
    mampir kemari ya kak
    https://www.jendelainternet.com/2022/05/100-daftar-shortcut-ms-word-lengkap.html

    BalasHapus

Prinsip-prinsip Asesmen